susahbikinjelek

Name:
Location: Yogyakarta, D.I. Yogyakarta, Indonesia

Monday, February 19, 2007

katamata, coklat, dan affi
Beberapa waktu yang lalu saya didatangi teman saya Mas Atmo (fotografer yang paling ok dah d yk) yang sekarang ternyata sekarang jadi pengasong sebuah media milik dagadu yang bernama katamata. dalam setiap edisinya katamata selalu melibatkan seseorang untuk mendisain covernya tentu saja dengan brief dari redaksi. nah gak tau karena kepleset atau kenapa (antara alhamdulillah krn bisa narsis dikit dan rasa ragu) saya ditawari untuk membuat cover di edisi tentang coklat. Jujur (walau setiap waktu juga berusaha jujur) sempet minder juga pas liat pengcover 3 edisi sebelumnya yang bener seniman (bukan seperti aku yg karbitan :) ). Dan ternyata mind war bener bener terjadi pas saya proses bikin disain cover edisi coklat ini.... jadi liat hasilnya d post berikutnya.

oiya briefnya sebagai berikut:
majalah katamata edisi bulan Februari ini akan bicara lebih jauh soal cokelat.
bukan karena valentine kami memilih tema itu, tapi lebih didasarkan atas diskusi kami, ternyata cokelat adalah satu-satunya jenis makanan yang punya cerita panjang tapi lebih bisa dikemas dengan santai...berbeda dengan tulisan sejenis lainnya, misalnya kopi atau teh yang lebih dulu paling sering nongol ditulis.
nah, kita mau mengupas dari sisi hikayat, hakikat, dan khasiat cokelat.
tulisan kami bagi atas 3 tema tersebut.

hakikat dan hikayat
bahwa cokelat adalah makanan para dewa. suku aztec dan maya di meksiko sana telah meyakini itu beribu tahun lalu. karena makanan para dewa dan berasa pahit, penduduk pun enggan untuk menyantapnya, hingga akhirnya si cortez membawanya ke amerika dan mendirikan pabrik cokelat di seattle beratus tahun belakangan. baru semua mau mengunyah cokelat, karena dari sini sudah ada banyak variannya; dikasih gula2, roti, dan es....
pada saat ini perkembangan cokelat menjadi lebih besar dan punya nilai strategis secara bisnis. keuntungan yang didapat berbanding lurus dengan tingkat konsumsi masyarakat dunia yang ramai-ramai menjadikan cokelat sebagai konsumsi sehari-hari. pabrikan pun membidik cokelat dengan jitu yang salah satu di antaranya dengan membuat image cokelat sebagai makanan berkelas, punya reputasi tinggi, dan tren.
pola konsumsi pun berpengaruh dengan maraknya rumah-rumah cokelat di mal, kafe, dan pusat2 perbelanjaan lainnya. budaya pun akhirnya disentuh dengan membuat cokelat sebagai kemasan berkelas dan selalu hadir sebagai buang tangan dan bingkisan kepada orang-orang istimewa: di hari ulang tahun, perayaan2 seperti valentine dll. top-nya lagi cokelat bisa luwes untuk siapa pun: ya anak2 sampai orang tua.
inilah hakikat dan hikayat cokelat yang turut memengaruhi pola konsumsi cokelat secara global di tingkat dunia.

khasiat
telah banyak penelitian jika cokelat punya banyak zat yang ternyata bisa membuat orang lebih aktif dan punya kesan tersendiri bagi yang melumat cokelat itu. kisah kaisar montezuma dari suku maya yang minum dan melumat cokelat banyak2 sebelum menggilir para isterinya adalah salah satu contohnya. atau si don juan cassanova yang juga teler cokelat sebelum bercinta.
kisah2 itu tentu memperkuat khasiat tapi juga mitos bahwa cokelat bisa menaikkan libido, membuat rasa senang, dan menciptakan suasana romantis. nah, sampai di sini akhire penelitian itu bicara soal zat yang bernama aphrodisiac, yang disebut-sebut membangkitkan rasa senang, suka, dan gairah tadi.